Kebanyakan masyarakat pindah dari motor konvensional ke motor listrik karena murah,hemat energy.dan juga bebas perawatan.Yang dinamakan bebas perawatan tidak dimaksudkan tidak ada perawatan,berikut cara merawat motor listrik agar awet dan bertenaga :
1. Jaga Siklus Pengisian Daya Baterai (Aturan 20% – 80%)
Jika batrai habis Jangan tunggu sampai 0%: Segera colok pengisi daya saat indikator baterai menyentuh angka 20%. Membiarkan baterai kosong total dapat merusak sel kimia di dalamnya.
Cabut di angka 80%–90% untuk harian: Tekanan tertinggi pada baterai terjadi saat pengisian mendekati 100%. Membatasinya di angka 80%–90% untuk pemakaian harian bisa memperpanjang umur baterai secara signifikan. (Kecuali jika Anda hendak bepergian jauh, tidak apa-apa mengisinya hingga penuh).
2. Hindari Mengisi Daya Langsung setelah Motor Digunakan
Saat motor baru saja dipakai berkendara, suhu baterai akan meningkat menjadi hangat atau panas. Jika Anda langsung mencolokkan charger, akumulasi panas tersebut bisa merusak komponen internal baterai.Berikan jeda waktu sekitar 15 hingga 30 menit setelah motor berhenti agar suhu baterai kembali normal, baru kemudian lakukan pengisian daya.
3. Matikan MCB saat Motor Tidak Digunakan Lama
MCB berfungsi sebagai sakelar pemutus aliran listrik utama.
Jika Anda berniat meninggalkan motor atau tidak menggunakannya dalam waktu lebih dari 2–3 hari, matikan MCB ini. Hal ini bertujuan untuk mencegah daya baterai terkuras habis secara perlahan akibat sistem kelistrikan atau alarm yang tetap siaga (standby).
4. Perhatikan Batas Aman Berkendara saat Banjir
Walaupun beberapa motor listrik sudah bersertifikat tahan banjir tetapi Jangan paksa menerjang genangan air yang tingginya melewati batas dek kaki atau merendam area dinamo dalam waktu lama. Jika air berhasil menyelinap ke dalam sistem perkabelan utama, risiko korsleting tetap ada.
5. Cara Mencuci Motor Listrik yang Benar
Motor listrik juga boleh dicuci untuk menjaga kebersihan dan tampilan tetapi perhatikan :
A.Hindari jet washer (air bertekanan tinggi) pada area sensitif: Jangan menyemprot langsung dengan tekanan tinggi ke arah soket pengisian daya, kompartemen baterai, panel instrumen digital, dan area dinamo bawah bisa berakibat rusak.
B. Sebelum menyalakan motor atau mengisi daya setelah dicuci, pastikan area lubang colokan charger sudah benar-benar kering diseka lap microfiber.
6. Perwatan kaki kai dan pengereman
Kampas Rem: Motor listrik memiliki torsi instan yang membuat akselerasinya cepat, sehingga kerja rem sering kali lebih berat. Cek ketebalan kampas rem secara rutin.
Tekanan Angin Ban: Ban yang kempis akan memperberat kerja motor listrik, yang ujung-ujungnya membuat konsumsi baterai menjadi jauh lebih boros.
Bearing (Laker) Roda: Pastikan putaran roda tetap halus dan tidak oblak.
Kesimpulan
Merawat motor listrik sebenarnya jauh lebih sederhana dan hemat waktu dibandingkan motor bensin. Kunci utamanya hanya terletak pada manajemen baterai yang baik dan menjaga kelistrikan dari kelembapan berlebih. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, motor listrik bisa lebih awet digunakan.
