Mari kita bahas pentingnya antara nitrogen dan udara biasa agar Anda bisa menentukan pilihan terbaik untuk kendaraan Anda.
1.Komposisi Gas Perbedaan paling mendasar terletak pada kandungan gas di dalamnya.Udara Biasa: Udara lingkungan yang dipompa oleh kompresor biasa ke dalam ban sebenarnya mengandung sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air beserta gas lainnya. Nitrogen: Angin nitrogen yang ada di bengkel telah melalui proses penyaringan menggunakan alat khusus (nitrogen generator), sehingga menghasilkan gas nitrogen murni hingga 95%- 99% dengan menyingkirkan mayoritas oksigen dan uap air.
2.Stabilitas Tekanan Angin Seberapa sering Anda harus menambah angin? Hal ini sangat dipengaruhi oleh jenis gas yang digunakan. Udara Biasa: Molekul oksigen berukuran sedikit lebih kecil dibandingkan molekul nitrogen. Akibatnya, oksigen lebih mudah menyusup keluar melalui pori-pori mikroskopis pada karet ban, membuat tekanan angin lebih cepat berkurang dan Anda harus lebih sering mengecek ban. Nitrogen: Karena molekul nitrogen lebih padat dan besar, gas ini lebih sulit menembus dinding karet ban. Hal ini membuat tekanan ban yang diisi nitrogen jauh lebih stabil dan tidak cepat kempes dalam jangka waktu yang lama.
3.Suhu dan Pemuaian Gesekan ban dengan aspal saat kendaraan melaju akan menghasilkan panas yang memengaruhi gas di dalam ban. Udara Biasa: Kandungan uap air pada udara biasa membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Saat ban memanas, uap air akan memuai secara drastis, sehingga tekanan di dalam ban bisa meningkat secara tiba-tiba dan membuat bantingan motor atau mobil terasa jauh lebih keras. Nitrogen: Nitrogen murni adalah jenis gas kering yang tidak mengandung uap air. Gas ini memiliki sifat yang jauh lebih stabil dalam meredam fluktuasi suhu. Tekanan ban akan tetap konsisten meskipun kendaraan dipacu pada kecepatan tinggi dalam waktu lama, dan suhu karet ban cenderung lebih dingin.
4.Risiko Oksidasi dan Karat pada Velg Jenis angin yang Anda gunakan juga memengaruhi keawetan komponen roda di bagian dalam. Udara Biasa: Kandungan oksigen dan kelembapan air di dalam ban dapat memicu proses oksidasi. Seiring berjalannya waktu, hal ini berisiko menimbulkan karat pada bagian dalam velg besi atau memicu korosi putih pada velg alloy, serta membuat struktur karet dalam ban lebih cepat getas. Nitrogen: Tanpa adanya oksigen dan uap air, proses oksidasi hampir tidak mungkin terjadi. Velg kendaraan Anda akan lebih aman dari risiko karat dari sisi dalam.
5.Harga dan Ketersediaan Faktor kepraktisan juga menjadi pertimbangan penting bagi banyak pengendara. Udara Biasa: Sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari bengkel kecil pinggir jalan hingga pompa angin portabel di garasi rumah. Biayanya sangat murah, bahkan sering kali digratiskan. Nitrogen: Hanya tersedia di SPBU tertentu atau toko ban khusus yang memiliki mesin penyaring nitrogen.
