Uncategorized

Mengenal Jenis-Jenis Transmisi Pada Mobil

Jika dilihat dari jenisnya, setiap transmisi memiliki cara kerja yang berbeda. Namun, jika dilihat secara prinsip mekanisme kerjanya hampir sama. Kinerja transmisi sendiri didasari oleh nilai rasio gigi. Ketika mobil melewati tanjakan maka dibutuhkan torsi yang lebih besar sehingga beban mobil dapat ditahan.

Pada kondisi tersebut, proses reduksi kecepatan putaran akan disamakan dengan daya transmisi. Hal tersebut juga terjadi ketika mobil butuh torsi yang rendah. Pada kondisi ini, transmisi akan meningkatkan kecepatan putaran.

1. Transmisi Manual

Transmisi jenis ini bisa dibilang jenis transmisi sejuta umat. Hingga saat ini, penggunaan transmisi manual masih digunakan di segala jenis mobil. Baik dari mobil dengan harga murah (LCGC) hingga mobil-mobil mewah. Banyaknya penggunaan transmisi manual didasari atas fungsinya yang dapat meningkatkan akselerasi.

Walau demikian, mengoperasikan mobil dengan transmisi manual perlu latihan dan adaptasi. Hal tersebut terjadi disebabkan setiap pabrikan mobil memiliki cara pengoperasian transmisi yang berbeda. Selain itu, Anda perlu menyelaraskan kopling dan gas ketika menggunakan mobil dengan transmisi manual ini. Jika tidak, mesin mobil bisa mati atau bisa juga melompat sehingga sangat berbahaya.

2. Transmisi AT

Transmisi matik konvensional ini menggunakan torque converter untuk mengubah tenaga mekanis mesin supaya bisa menjadi energi gerak dan mengirimkannya kepada drive shaft. Transmisi ini paling banyak digunakan di Indonesia dan digunakan oleh mobil MPV.

3. Continuous Variable Transmission (CVT)

Penggerak utama transmisi CVT adalah puli dan sabuk baja yang bertugas untuk mengatur perubahan rasio gigi dan disesuaikan dengan putaran mesin. Transmisi ini membuat hentakan saat perpindahan gigi menjadi sangat halus sehingga hampir tidak terasa dan umumnya lebih irit bahan bakar.

4. Automated Manual Transmission (AMT)

AMT merupakan transmisi manual kontrol kopling dan persneling yang diotomatiskan. Transmisi ini pada awalnya dikembangkan dan diadopsi oleh Ferrari di tahun 1988. Transmisi jenis ini cenderung lebih murah ketimbang CVT, sehingga mobil yang menggunakan transmisi ini pun cenderung lebih terjangkau dari segi harga.

Dalam bahan bakar, dikatakan AMT lebih irit. Namun, transmisi AMT sangat jarang ditemui pada mobil-mobil yang beredar di Indonesia.

5. Intelligent Manual Transmission (IMT)

Konsep IMT sama seperti AMT yang menggunakan gearbox manual. aktuator dan perangkat lunak pada IMT hanya mengontrol kopling. Perpindahan gigi pada IMT dilakukan secara manual oleh pengemudi dengan menggerakkan tuas transmisi untuk mendapatkan gigi tinggi atau rendah.

6. Dual Clutch Transmission (DCT)

Transmisi yang satu ini adalah transmisi manual yang mekanisme kerja pedal kopling nya diubah menjadi otomatis. DCT menggunakan 2 kopling ganda yang dikendalikan komputer supaya bisa berfungsi atas transmisi genap dan ganjil.

Transmisi ini menggunakan sistem komputerisasi sehingga perpindahan giginya memiliki ritme sendiri. Sistem ini juga akan mencari tahu kebutuhan pengendara supaya perpindahannya menjadi lebih baik.

7. Transmisi S-AT

Huruf “S” pada mobil adalah singkatan dari “Sport”. Model mobil sport umumnya lebih tangguh dan berorientasi pada performa dibandingkan model lain dalam jajaran yang sama.

S juga berarti mode Sport. Mode ini biasanya digunakan agar mobil lebih agresif, dan pengaturan mesin untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif dan menyenangkan. Mode sport tidak ditujukan untuk berkendara sehari-hari dan hanya boleh digunakan di jalan yang bersih dan kering.

Back to list