Uncategorized

Pengertian dan Fungsi Reservoir Tank Pada Mobil

Pernahkah Anda memperhatikan sebuah tabung plastik transparan di dekat radiator saat membuka kap mesin? Itulah yang disebut dengan Reservoir Tank.

Meskipun ukurannya kecil dan sering dianggap remeh, komponen ini memiliki peran yang sangat vital untuk menjaga kesehatan mesin mobil Anda. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai pengertian dan fungsinya.

Apa Itu Reservoir Tank?

Reservoir tank (atau sering disebut tabung cadangan air radiator) adalah wadah penyimpanan sementara untuk cairan pendingin (coolant) mesin. Komponen ini biasanya terbuat dari plastik tahan panas dan memiliki tanda batas “Max” (Full) serta “Min” (Low) pada dindingnya.

Fungsi Utama Reservoir Tank

Tanpa adanya tabung cadangan ini, sistem pendinginan mobil tidak akan bisa bekerja secara optimal. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

1. Tempat Menampung Cairan Pendingin dari Radiator

Fungsi tampungan air radiator yakni menjadi tempat untuk menampung air pendingin dari radiator. Letak tampungan air radiator dan tutup radiator berdekatan dan tersambung menggunakan selang. Sistem pendinginan mesin didukung dengan pressure valve dan vacuum valve sebagai katup yang mengalirkan air radiator.

2. Tempat Memeriksa Kondisi Air Radiator

Tabung tampungan air radiator berfungsi sebagai tempat memeriksa kondisi air radiator. Dengan membuka tutup radiator, Anda dapat melihat tanda batas maksimum dan minimum air radiator. Pastikan air radiator berada di posisi antara kedua garis tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat melihat kondisi warna air radiator. Kondisi air radiator yang baik akan berwarna bening. Apabila air radiator berwarna coklat keruh, maka sudah waktunya Anda untuk mengganti air radiator ke bengkel.

3. Sumber Cadangan Air Radiator

Fungsi tampungan air radiator utamanya sebagai sumber cadangan air radiator. Komponen berbentuk tabung ini akan menyimpan sementara cairan pendingin saat terjadi perubahan volume akibat adanya perubahan suhu.

4. Reservoir Udara

Kenaikan suhu yang terjadi pada air radiator yaitu karena aktivitas mesin mengakibatkan adanya udara yang terkumpul bersama cairan pendingin. Udara tersebut akan terperangkap sementara pada tampungan air radiator.

Setelah kondisi suhu pada air radiator kembali normal, maka udara tersebut akan keluar melalui tutup radiator yang terhubung dengan sistem pressure valve dan vacuum valve.

5. Indikator Level Cairan Pendingin

Tabung tampungan air radiator dilengkapi dengan indikator level cairan pendingin. Indikator ini akan mengirimkan informasi kepada pengemudi tentang level cairan pendingin melalui dashboard mobil.

Hal ini akan memudahkan pengemudi untuk memastikan bahwa sistem pendingin mobil memiliki cairan pendingin yang cukup.

Tips Perawatan Reservoir Tank

Agar sistem pendinginan mobil tetap awet, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan Mengisi Terlalu Penuh

Pastikan air tidak melebihi garis “Max”. Harus ada ruang udara di bagian atas tabung agar proses pemuaian berjalan lancar.

  • Cek Kebersihan Tabung

Seiring waktu, lumut atau endapan karat bisa muncul di dasar tabung. Jika terlihat kotor, segera kuras dan bersihkan agar tidak menyumbat selang.

  • Gunakan Coolant yang Tepat

Hindari menggunakan air keran biasa dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan korosi pada sistem pendingin.

Sistem pendinginan mesin merupakan sistem penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan mobil. Selain mengecek volumenya, Anda harus memilih air radiator yang tepat. Sebab, ini sangat penting agar kondisi mesin mobil bisa berjalan optimal.

Back to list